Berangkat dari PKK menjadi Keluarga Indonesia Berkarakter

Kamis, 31 Januari 2013 09:28 WIB

DONOROJO – Rabu, 30 Januari 2013 tepat di dusun Monosari diadakan PKK. Sekitar 53 ibu-ibu dari berbgai dusun di Donorojo berkumpul menjadi satu untuk melakukan kegiatan yang diharapkan mampu memperdayakan keluarga Indonesia agar bisa membangun bangsa. PKK ini sendiri diadakan setiap 35 hari sekali atau dalam bahasa Jawa biasanya disebut Selapan. Dalam kegiatan itulah Tim I KKN-PPM Universitas Diponegoro berkesempatan untuk ikut serta mengikuti PKK.

Kegiatan Ibu-ibu PKK

Kegiatan Ibu-ibu PKK

Menjadi Keluarga Indonesia Berkarakter itulah tema yang diangkat oleh Tim I KKN-PPM UNDIP, dimana kami mengajak ibu-ibu PKK untuk mulai membangun karakter yang mulia sejak dini. Pola Asuh merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk bisa menjadi keluarga yang memiliki karakter. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa pola asuh orang tua adalah sikap orang tua dalam berinteraksi dengan anak-anaknya. Jika orang tua berinteraksi dengan anaknya dengan sikap yang baik, maka anak juga akan menjadi baik begitu juga sebaliknya. Karena anak itu meniru apa yang diajarkan oleh orang tuanya karena orang tua adalah panutan bagi diri anak itu. Saat itu pula kami menyampaikan ada beberapa jenis pola asuh yang bisa menjadi pengetahuan bagi ibu-ibu PKK dalam mengasuh anaknya. Yang pertama adalah pola asuh yang bersifat demokrasi, pola asuh ini lebih memperlihatkan kehangatan antar orang tua dan anak, dimana nantinya mampu menjadikan anak lebih mandiri, mudah bersosialisasi, percaya diri dan bertanggung jawab.

Pola Asuh yang kedua adalah pola asuh yang bersifat Otoriter, pola asuh ini menetapkan batasan-batasan yang ekstrim bagi anak. Dimana anak harus mengikuti apa yang dikatakan oleh orang tua, akibatnya anak akan belajar untuk menentang, lebih agresif, kurang bertanggung jawab dan memiliki ketrampilan komunikasi yang kurang baik. pola asuh yang ketiga adalah pola asuh yang bersifat Permisive atau yang bersifat pengabaian. Pola asuh ini berkebalikan dengan pola asuh otoriter, anak dibiarkan bebas melakukan apa yang ia suka. Bahkan orangtua kadang tidak tahu apa yang terjadi dengan anak. Akibatnya anak akan menjadi orang yang memiliki kontrol diri kurang, inkompetensi sosial. Oleh karena itu betapa pola asuh yang tepat sangat penting diterapkan dalam mendidik anak mulai dari lingkungan keluarga. Akan menjadi anak apa kita nantinya tergantung pola asuh apa yang kita terapkan kepada anak.

Selain pola asuh, untuk menjadi keluarga berkarakter juga diperlukan pendidikan yang layak bagi anak, agar anak memiliki pengetahuan serta moral yang baik. Pendidikan anak usia dini menjadi salah satu pendorong agar anak mampu berkembang secara optimal. Dimana masa PAUD merupakan masa Golden Age bagi anak, disinilah anak muda menyerap informasi yang diterima dari lingkungan sekitar. Animo masyarakat masih minim untuk memasukkan putra putri mereka ke PAUD, alasan pekerjaan masih menjadi prioritas utama dalam hal ini. Selain itu dalam kesempatan itu pula Tim I KKN-PPM UNDIP membagikan stiker wajib belajar 12 tahun, dimana hal ini bertujuan agar animo masyarakat untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi bisa naik. Adanya pola asuh yang baik serta pendidikan yang layak bagi anak yang telah disampaikan Tim I KKN-PPM UNDIP, diharapkan mampu membantu bangsa untuk bisa memiliki keluarga Indonesia yang berkarakter (Rully).

Tentang Desa Donorojo

Sentra Kerajinan Centong di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang
Pos ini dipublikasikan di Kegiatan KKN. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s