Struktur Organisasi Pemerintah Desa Donorojo

Struktur Organisasi Pemerintah Desa

Desa Donorojo Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang


Kepala Desa

Arif Setiadin

Kades Donorojo, Bapak Arif Setiadin

Kades Donorojo, Bapak Arif Setiadin

Sekretaris Desa

Zaenal Arifin

Sekdes Donorojo, Pak Carik Ipin

Sekdes Donorojo, Pak Carik Ipin


Kaur Umum

Alip Mustidjab

Kaur Keuangan

Joko Samsul Ma’arif


Kepala Seksi Pemerintahan

Eko Budi Purnomo

Kepala Seksi Pembangunan

Muhtarom

Kepala Seksi Kesra

Zaenuri


Kepala Dusun


• Klagen

Wahyono

• Jengkol

Madekur

• Klaseman

M. Huda

• Kempong

Muji Syukur

• Barongan

Zaenal Arifin

• Gegunung

Haryanto

• Monosari

Shobirin


Dari Kiri ke Kanan, Depan:

Dari Kiri ke Kanan, Depan: Pak Shobirin, Pak Wahyono, Pak Muji Syukur, Pak Arif Setiadin, Pak Muhtarom, Pak Joko, Pak M. Huda. Tengah: Salvandi, Erhan, Pak Madekur, Pak Alip, Pak Budi. Belakang: Vian, Aji, Lilin, Rully, Fitrika, Maulina, Faisol.

Dipublikasi di Profil Desa | 3 Komentar

Sejarah Singkat Kabupaten Magelang

Peta Kabupaten Magelang (sumber: www.penataanruangjateng.info)

Peta Kabupaten Magelang (sumber: www.penataanruangjateng.info)

Pada permulaan tahun 1810 di saat sebagian wilayah nusantara dikuasai oleh orang Inggris, Magelang dipilih sebagai Ibu Negeri Kab. Magelang dan sebagai Bupate (Regent) diangkat Mas Angabehi Danoekromo. Setelah kekuasaan negeri Kab Magelang jatuh ke tangan Pemerintah Belanda, Mas Angabehi Danoekromo dengan Besluit Gubermen Pemerintah Belanda tanggal 30 November 1813 ditetapkan lagi dalam jabatannya sebagai Regent dengan bergelar Raden Toemenggoeng Danoeningrat.

Pada tahun 1825 di masa perang P. Diponegoro, tepatnya pada tanggal 28 September 1825, Raden Toemenggoeng Danoeningrat yang memihak Belanda tewas oleh pasukan perang P. Diponegoro, atas jasa-jasanya kepada pemerintah Belanda, Raden Toemenggoeng Danoeningrat setelah meninggal dianugerahi gelar R. Adipati Danoeningrat. Sampai saat meletusnya Perang Dunia II pada tahun 1942, Regent (Bupati) Negeri Kab. Magelang dijabat berturut-turut oleh keturunan R. Adipati Danoeningrat.

Pada tahun 1906 Kota Magelang ditetapkan sebagai Gemeente Magelang yang tercantum dalam Staatsblad Van Nederlands Indie, kemudian tahun 1929 Pemerintah Hindia Belanda meningkatkan kedudukannya menjadi Stads Gemeente Magelang yang memiliki wewenang mengurus rumah tangganya. Di saat pendudukan Jepang, semua daerah otonom dihapus. Seluruh tugas pemerintah diserahkan kepada Sie Che dan berdasarkan Osamu Seirei nomor 12 tanggal 29 April 1943, Kota Magelang disebut Magelang Sie.

Memasuki masa kemerdekaan, berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 1948 disebut Kota Magelang dan berstatus sebagai ibukota Kab. Magelang. Pada tahun 1850 berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 1950, kota Magelang diberi hak untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Dalam perkembangannya kemudian dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1982, dilakukanlah pemindahan ibukota Kab. Magelang dari Kota Magelang ke Desa Sawitan, Kec. Mungkid yang selanjutnya ditetapkan sebagai Kota Mungkid.

Letak Geografi

Kab. Magelang sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang letaknya diapit oleh beberapa kabupaten dan kota antara lain: Kab. Temanggung, Kab. Semarang, Kab. Boyolali, Kab. Purworejo, Kab. Wonosobo, Kota Magelang, serta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Terletak antara: 110°01’51” bujur timur sampai dengan 110°25’58” bujur timur dan 7°19’13” lintang selatan sampai dengan 7°42’16” lintang selatan dengan batas-batas sebagai berikut:

Sebelah utara Kab. Temanggung dan Semarang
Sebelah selatan Kab. Purworejo dan Provinsi DIY
Sebelah timur Kab. Semarang dan Boyolali
Sebelah barat Kab. Temanggung dan Wonosobo
Tengah Kota Magelang

Luas Kecamatan dan Kabupaten Magelang

Secara administratif Kab. Magelang dibagi menjadi 21 kecamatan dan terdiri dari 370 desa dan kelurahan. Luas Kab. Magelang tercatat sekitar 1.805,73 km² atau sekitar 3,34 % dari luas Provinsi Jawa Tengah.

No. Nama Kecamatan Luas
1. Kec. Salaman  68,87 km²
2. Kec. Borobudur  54,55 km²
3. Kec. Ngluwar  22,44 km²
4. Kec. Salam  31,63 km²
5. Kec. Srumbung  53,18 km²
6. Kec. Dukun  53,40 km²
7. Kec. Muntilan  28,61 km²
8. Kec. Mungkid  37,40 km²
9. Kec. Sawangan  72,37 km²
10. Kec. Candimulyo  46,95 km²
11. Kec. Mertoyudan  45,35 km²
12. Kec. Tempuran  49,04 km²
13. Kec. Kajoran  83,41 km²
14. Kec. Kaliangkrik  57,34 km²
15. Kec. Bandongan  45,79 km²
16. Kec. Windusari  61,65 km²
17. Kec. Secang  47,34 km²
18. Kec. Tegalrejo  35,89 km²
19. Kec. Pakis  69,56 km²
20. Kec. Grabag  77,16 km²
21. Kec. Ngablak  43,80 km²
Jumlah  1.805,73 km²

(Sumber: Peta Kab. Magelang yang ditempel di SDN Donorojo)

Dipublikasi di Profil Magelang | 1 Komentar

Peta Desa Donorojo (.pdf)

Peta Desa Donorojo

Peta Desa Donorojo

Peta Desa Donorojo dan peta persebaran UMKM Desa Donorojo dalam format pdf dapat diunduh di sini:

Peta Desa Donorojo

Persebaran UMKM Donorojo

Dipublikasi di Profil Desa | Meninggalkan komentar

KKN-PPM Undip Tim I Tahun 2012-2013 Desa Donorojo Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang

Foto Bareng

Foto Bareng

Dari kiri ke kanan

Atas: Prasetyo Aji, Kepala MI Yakti Donorojo, Putranya Pak Kepala MI, Bu guru 1, Bu Guru 2, Ignatius Ardhi Sandra N.

Bawah: Lilin Amalia Soviana, Novi Erawati, Maulina Septia Prahastuti, Rully Nurmalita, Fitrika Dwi Hanani, Salvandi Qito Pratama

Minus Pak Kordes Paijo & Faisol

Yang penting heppiii…  :mrgreen:

Dipublikasi di Kegiatan KKN | Meninggalkan komentar

Pengenalan Makanan 4 Sehat 5 Sempurna

Kamis, 7 Februari 2013 21.00 WIB

DONOROJO – Rabu (06/02/13) Tim 1 KKN-PPM Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan serangkaian program di Posyandu yang diadakan di Dusun Klagen, salah satunya adalah pengenalan makanan 4 sehat 5 sempurna. Sasaran program ini adalah ibu-ibu serta anak-anak peserta posyandu. Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk mengingatkan warga terutama ibu-ibu peserta posyandu akan pentingnya makanan 4 sehat 5 sempurna.

“Kegiatan ini bagus sekali mbak, dengan begini ibu-ibu bisa lebih terpacu untuk memberikan makanan 4 sehat 5 sempurna untuk anak-anaknya. Anak-anak juga senang mendapat contoh makanan 4 sehat 5 sempurna. Ya semoga kedepannya ibu-ibu disini bisa memberikan makanan dengan gizi yang cukup untuk anak-anaknya”, ujar  Rike, Bidan Desa Donorojo yang juga turut mendampingi selama jalannya acar.

Kegiatan pengenalan makanan 4 sehat 5 sempurna dimulai pukul 08:30 WIB. Para ibu beserta anak-anaknya berkumpul di Pos PAUD Mekar I, Klagen. Mereka terlihat cukup antusias mendengar penjelasan mengenai pentingnya makanan 4 sehat 5 sempurna. Mereka juga terlihat cukup terpacu untuk menyediakan makanan 4 sehat 5 sempurna untuk anak-anaknya. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian contoh makanan 4 sehat 5 sempurna yang berupa susu, telur rebus dan pisang. Anak-anak terlihat senang menerima contoh makanan tersebut.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari ibu kepala desa Donorojo dan kepala dusun Klagen. Dengan adanya acara ini diharapkan ibu-ibu di desa Donorojo bisa menyediakan makanan 4 sehat 5 sempurna untuk anak-anaknya (Lilin)

Dipublikasi di Kegiatan KKN | Meninggalkan komentar